Implementasi Time-Driven Activity-Based Costing Berdasarkan Pelanggan untuk Meningkatkan Profitabilitas
(Studi Kasus Kantor Akuntan Publik XYZ)
DOI:
https://doi.org/10.61597/jbe-ogzrp.v2i4.72Kata Kunci:
Time-Driven Activity Based Costing (TDABC), Customer Profitability Analysis (CPA), Customer Lifetime Value (CLV), profitabilitasAbstrak
Abstrak : Time-Driven Activity-Based Costing (TDABC) dianggap esensial untuk mengambil keputusan bagi manajemen untuk merencanakan masa depan usaha terkait mempertahankan Klien atau tidak melanjutkan kerja sama dengan Klien, sehingga dapat menghasilkan profit yang berkelanjutan. Penerapan TDABC pada firma akuntansi diharapkan dapat berdampak positif dan memberikan informasi yang relevan untuk mengambil keputusan terkait peningkatan profitabilitas.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk untuk memaksimalkan profitabilitas margin dan efisiensi cost yang bergerak dalam jasa audit dan assurance, dengan fokus pada KAP XYZ.
Metodologi : Metode yang digunakan adalah kualitatif, analisis deskriptif dengan mengambil data primer yaitu wawancara dan observasi, serta data sekunder yang diperoleh dari KAP.
Hasil penelitian : Hasil menunjukkan bahwa penerapan TDABC memerlukan cost driven pengukur berbasis alokasi jam kerja. Berdasarkan analisis Customer profitability - cost to serve terdapat klien dengan karakteristik savvy dan aggressive masing-masing satu klien, dari analisis loyalitas, delapan dari sepuluh klien dianggap sebagai True Friends, menunjukkan potensi KAP untuk mempertahankan Klien melalui pendekatan berbasis layanan yang baik.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Deby Sugianto, Ferry Adang

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




















